BAKSI SOSIAL - HIMADIGSAR 2017 

Kegiatan baksos atau bakti sosial adalah kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya tepatnya pada bulan ramadhan.  Kegiatan ini menyasar masyarakat atau desa di sekitar karisidenan Madiun yang dirasa masih kurang mampu dalam berbagai segi seperti ekonomi, kesehatan, sanitasi maupun pendidikan. Kegiatan ini diselenggrakan selama dua hari dengan langsung terjun ke masyarakat. Panitia juga mengikutsertakan relawan dimana relawan itu sendiri adalah masyarakat PGSD yang ingin membantu masyarakat di Dusun. Nggangan, Desa. Kenongorejo, Kec. Bringin, Kab. Ngawi. Baksos kali ini memilih Dusun. Nggangan sebagai sasaran kegiatan, karena memang daerah ini masih membutuhkan bantuan dari luar. Pada hari pertama para relawan berangkat dengan mengendarai motor,dengan jumlah relawan berjumlah 56 orang. Perjalanan memakanj waktu sekitar 2 jam untuk bisa sampai di Dusun Nggagan ini. Akses jalan yang sulit karena rusak berat, mengaharuskan relawan untuk selalu berhati-hati dan tetap waspada. Sesampainya di Dusun Nggagan para relawan langsung bergegas menyiapkan untuk acara di hari petama. Di hari pertama acara dimulai dengan persiapan menata tempat yang akan menjadi basecamp para relawan. Para relawan disediakan tempat oleh kepala RT 07 Dusun Nggagan.Sore harinya kegiatan dilanjutkan dengan pintar materi. Kegiatanini menyasar anak-anak Dusun Nggagan, dimana anak-anak dikumpulkan di mushola dan diberikan materi berupa hafalan surat. Diakhir acara pintar materi anak-anak diberikan takjil untuk berpuka puasa. Di hari kedua  para relawan bersiap untuk mendistribusikan sembakountuk warga. Sembako disini berupa beras, gula mie instan dan kebutuhan pokok lkainnya. Sekitar 250 kantong berhasil didistribusikan kepada warga. Para relawan dibagi menjadi tiga kelompok karena ada tiga RT yang akan menerima sembako.  Warga Dusun Nggagan bertrima kasih karena sudah dibantu ditengah-tengah kesusahan yang melanda merka. Dusun Nggagan merupakan daerah penghasil jagung. Padi jarang ditemukan disini karena tanah yang kering sehingga kurang cocok untuk ditanamai padi. Tanah disinipun bukan milik warga, melainkan hibah dari perhutani setempat. Dusun Nggagan sering dilanda kekeringan sehingga untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan masak warga harus datang ke sumber air terdekat untuk mencari air bersih. Untuk akses jalan juga sangat minim bahkan jalan yang ada di Dusun Nggagan ini masih belum aspal, sering kali jika hujan jalan akan sulit dilalui karena licin dan bmembahayakan pengendara. Para relawan melaksanakan sholat tarawih berjamaah setiap harinya, namun juga ada yang ikut dalam jamaah di masjid terdekat agar lebih dekat dengat warga setempat. Dilanjutkan dengan kegiatan tadarus dan nnton bareng. Keesikan harinya atau hari terakhir para relawan bersiap untuk pulang, membersihkan basecamp dan berpamitan dengan warga setempat. Kegiatan baksos ini merupakan kegiatan yang dinanti-nanti para masyarakat PGSD karena selain beramal dibulan Ramadhan juga mengajarkan kita tentang arti kepedulian dan rasa tepo sliro terhadap sesama. Dari kegiatan ini diharapkan akan meningkatkan rasa empati mahasiswa, sehingga mahasiwa bisa menjadi generasi yang dapat mencari solusi untuk kepentingan bangsa, Dusun Nggagan hanya sebagian kecil masyarakat Indonesia yang hidupnya masih dibawah standar layak. Sehingga masih banyak perubahan-perubahan yang harus diciptakan oleh pihak lain, termasuk mahasiwa, yang merupakan agen perubahan yang harus siap memberikan karyanya kepada masyarakat luas dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lain.